Jumat, 06 Juni 2014

PEMANFAATAN TEKNOLOGI KOMPUTER DI BIDANG PERIKANAN

 PEMANFAATAN TEKNOLOGI KOMPUTER DI BIDANG PERIKANAN



    Pada jaman sekarang ini, teknologi komputer sangat berguna bagi masyarat terutama dalam bidang kelautan.
adapun contoh pemanfaatan kelautan yang ada di Indonesia adalah di Kalimantan :
Berikut adalah penjelasan tentang Pemanfaatan teknologi komputer di Kalimantan.

A.POTENSI DI BIDANG KELAUTAN
Kalimantan Barat memiliki sumber daya kelautan dan perikanan yang sangat menjanjikan dengan garis pantai panjang 821 km. Dalam sektor perikanan tangkap di provinsi Kalimantan Barat sampai saat ini masih memberikan kontribusi terbesar bagi pembangunan sektor perikanan secara keseluruhan. Hal ini disebabkan karena :
1.Potensi sumber daya perikanan laut maupun perairan umum Kalimantan Barat cukup besar.
2.Penduduk Kalimantan Barat sebagian besar tinggal di daerah pesisir sehingga pada umumnya mereka memilih profesi sebagai nelayan.
3.Pengetahuan tentang pembudidayaan ikan yang dimiliki masyarakat pesisir pada umumnya masih sangat terbatas.

Melimpahnya sumber daya ikan laut dan semakin terbukanya akses pasar bagi komoditas hasil perikanan di Provinsi Kalimantan Barat telah memberikan peningkatan kesejahteraan bagi para nelayan.Dan tidak terasa, sudah lebih dari dua dasa warsa perkembangan sektor perikanan tangkap memberikan andil yang cukup besar bagi pembangunan ekonomi provinsi Kalimantan Barat.

2. Sumber Daya Ikan Dan Daerah Perlindungan Laut

Pengelolaan sumberdaya perikanan berbasis kawasan dan pembentukanan Daerah Perlindungan Laut merupakan salah satu model untuk mengoptimalkan pengelolaan dengan mempertimbangkan keseimbangan berbagai aspek seperti ekologi, ekonomi dan sosial.
Model pengelolaan ini didasari bahwa setiap wilayah perairan laut mempunyai karakteristik ekologi, ekonomi dan sosial yang berbeda, oleh karena itu penanganannya juga memerlukan pendekatan yang berbeda.
Sumber daya perikanan di perairan laut Kalimantan Barat dapat dikelompokan menjadi :
1. Sumber daya ikan di kawasan muara sungai.
2. Sumber daya ikan di perairan pantai.
3. Sumber daya ikan di perairan lepas pantai.
4. Sumber daya ikan di wilayah terumbu karang dan pulau-pulau kecil.

Di kawasan daerah perlindungan laut ini, semua nelayan dan masyarakat umum dilarang masuk dengan alasan apapun karena dikhawatirkan dapat mengganggu dan merusak habitat dan sumberdaya ikan yang hidup didalamnya.
Daerah perlindungan laut diperlukan tidak hanya untuk melindungi habitat dan berkembang biaknya sumberdaya ikan pada suatu kawasan perairan, akan tetapi secara ekonomi juga akan menjamin bahwa sumberdaya ikan hasil tangkapan nelayan berkualitas baik dengan volume yang stabil.
Dari aspek sosial keberadaan daerah perlindungan laut akan menjamin penyerapan tenaga kerja karena gejala overfishing dapat dihindarkan dan menghindari terjadinya konflik antar nelayan karena daerah perlindungan laut memiliki batas-batas wilayah pengelolaan yang jelas.

3. Masalah yang dihadapi
Secara umum masalah yang dihadapi dalam bidang perikanan laut di Kalimantan Barat adalah sebagai berikut :
1.Rendahnya kualitas sumberdaya manusia.
2.Lemahnya pemanfaatan teknologi di bidang kelautan dan perikanan.
3.Jaringan pemasaran yang sempit.
4.kesulitan dalam mengakses permodalan.

maka seharusnya, untuk mengatasi masalah ini pemerintah Kalimantan Barat memberikan kebijakan dalam pengelolaan untuk menangani bidang perikanan laut, antara lain:
1.Pembatasan terhadap penggunaan beberapa macam alat penangkapan dengan cara membatasi daerah penangkapannya.
2.Penangkapan terhadap kapal asing yang sering mencuri ikan di laut Kalimantan Barat agar nelayan di Kalimantan Barat tidak dirugikan.
3.Pengawasan yang ketat oleh pemerintah Kalimantan Barat agar penangkapan ikan oleh kapal-kapal yang menggunakan teknologi canggih serta menangkap ikan dalam jumlah yang banyak yang akan merusak ekosistem laut.
4.Menyediakan pelatihan kepada para nelayan agar mereka dapat meningkatkan kemampuan teknik penangkapan ikan dengan benar.
5.Menyediakan modal kredit bagi nelayan kecil untuk membantu mereka membeli alat-alat penangkapan ikan yang lebih modern.
6.Meningkatkan fasilitas pemasaran di pelabuhan ikan. Hal ini akan membantu nelayan dalam meningkatkan sistem pemasaran.
Kebijakan dalam pengelolaan untuk menangani bidang perikanan laut tersebut di atas di maksudkan agar para nelayan dapat meningkatkan pendapatan mereka serta meningkatkan kualitas mereka sebagai nelayan.

4. Tuan Rumah di Laut Sendiri
Ada satu prinsip yang harus dipegang dalam kebijakan perikanan dan kelautan saat ini dan yang akan datang bahwa Bagaimanapun juga nelayan Indonesia harus mampu menjadi tuan rumah di lautnya sendiri.Untuk mencapai hal tersebut, maka harus diupayakan mentransformasi para nelayan tradisional di Kalimantan Barat menjadi nelayan modern yang tangguh untuk memanfaatkan semua potensi sumberdaya ikan yang ada.
Selain itu dapat memainkan peran ganda dalam membantu menjalankan fungsi pengawasan terhadap berbagai praktek ilegal yang dilakukan di laut, terutama oleh nelayan-nelayan kapal asing yang masih berseliwuran menangkap ikan di perairan Indonesia tanpa dapat dihentikan.
Harapan-harapan tersebut memang tidaklah mudah tercapai dengan berbagai macam permasalahan mendasar yang masih tersimpan. Namun dengan keyakinan dan kekuatan yang digalang dari semua pihak, maka sumberdaya perikanan laut Indonesia khususnya di Kalimantan Barat dengan keanekaragaman yang melimpah dengan jumlah stok yang sangat besar akan tetap memberi harapan dan peluang yang sangat terbuka lebar untuk mewujudkannya.

B.POTENSI DI WILAYAH PANTAI
Wilayah pantai merupakan wilayah pertemuan antara daratan dan lautan. Perubahan-perubahan yang terjadi sebagai akibat proses endogen dan eksogen akan dapat terlihat pada wilayah tersebut, baik perubahan dari geomorfologi, proses-proses erosi dan sedimentasi, jenis tanah dan batuan sedimen yang terbentuk, kondisi hidrogeologi, berbagai proses bencana alam, dan perubahan ekosistem maupun lingkungan manusia. Berikut akan di paparka mengenai hal-hal yang berkaitan dengan wilayah pantai dikalimantan barat.
1. Jenis-jenis pantai yang ada di Kalimantan Barat
Bentuk-bentuk pantai ada berbagai macam sebagai akibat dari berbagai proses geologi yang membentuknya dan batuan serta struktur geologi yang mengendalikannya. Ada pantai yang berbentuk dataran yang landai baik yang sempit maupun yang lebar, atau pantai yang bertebing terjal dan berbatu-batu, dan berteluk-teluk. Berikut ini beberapa ulasan mengenai bentuk pantai yang terdapat di Kalimantan Barat.
a). Pantai berdataran yang luas dan panjang
Ada beberapa daerah Kalimantan Barat yang memiliki pantai seperti ini, pantai ini mempunyai ciri adanya dataran yang luas. Banyak yang lurus, dasar laut yang relatif dangkal dan merupakan hasil endapan sedimen dari daratan, dengan kemiringan kearah laut dalam secara gradual.
Kerja gelombang di pantai menghasilkan berbagai morfologi seperti pematang pantai laguna (lagoon) dengan dan delta. Banyak dari gejala tersebut di atas dibentuk karena munculnya dasar laut, ke permukaan. Dalam perkembangannya, kedua jenis pantai tersebut dapat berelevasi ke berbagai bentuk pantai.
b). Delta
Delta merupakan dataran di muara sungai yang terbentuk sebagai akibat dari endapan sedimen di laut yang berasal dari sungai. Berbagai bentuk delta dikenal tergantung kepada kondisi morfologi sungai, morfologi dataran, arah gelombang laut, kedalaman laut. Salah satu kota yang berdiri di atas delta di provinsi Kalimantan Barat yaitu kota Ketapang.


2. Daya Dukung Wilayah Pantai
Kawasan pantai di Kalimantan Barat umumnya merupakan wilayah pembangunan yang diminati. Hal tersebut disebabkan karena wilayah ini mengandung banyak hal yang memberi kemudahan dan memberi daya dukung untuk pembangunan. Kemudahan dan daya dukung tersebut adalah :
1.Wilayah pantai sebagian besar merupakan wilayah dataran dengan kemiringan lereng yang datar atau hampir datar, sehingga mudah dicapai dan banyak pembangunan dapat dilaksanakan.
2.Banyak sungai mengalir dan bermuara di wilayah pantai ini. Sungai dapat menjadi sumbu air tawar, dan muara sungai menjadi wilayah pelabuhan, misalnya sungai Kapuas, sungai Pawan, sungi Matan.
3.Tanah di wilayah dataran pantai mempunyai tanah yang lunak, gembur, berpori sehingga dapat menjadi akifer air tanah yang baik dan dangkal dibandingkan dengan wilayah pegunungan. Tanah yang lunak dan gembur merupakan tanah yang relatif mudah digarap menjadi kawasan pertanian dan sawah.
4.Wilayah pantai yang merupakan pertemuan antara daratan dan lautan pada umumnya mempunyai pemandangan yang indah dan mempesona, sehingga dapat berkembang menjadi daerah pariwisata bahari, lebih-lebih jika terdapat terumbu karang.Pantai yang pemandangannya indah di Kalimantan Barat antara lain:pantai Pasir Panjang, pantai Pulau Datok, pantai Tanjungbelandang.
5.Wilayah pantai terdapat berbagai ekosistem seperti wilayah hutan bakau, terumbu karang, laguna, muara sungai/delta, dan pantai landai berpasir.
6.Wilayah pantai juga dapat menjadi tempat pembudidayaan telur penyu dan tambak ikan.

3. Budi Daya Wilayah Pantai
Pantai memiliki banyak sekali potensi yang bisa di kembangkan misalnya seperti, pembangunan pusat pelabuhan agar memberi kemudahan transportasi bagi para penduduk, Bentuk pantai yang landai dapat memungkinkan untuk dikembangkan sebagai objek wisata, pada pesisir pantai dapat dikelola menjadi pembudidayaan telur penyu, serta dapat dijadikan pemukiman penduduk dan pembudidayaan ikan seperti tambak ikan. 

Kamis, 03 April 2014

avertebrata


FILUM ECHIURA
*      Terdapat sekitar 150 species; semua hidup di laut.
*      Bentuk bulat panjang; mempunyai probosis seperti sendok (tidak dapat ditarik ke dalam   badannya).
*      Panjang probosis bervariasi; umumnya lebih pendek daripada badannya
*      Contoh species Echiura : Ikeda (dari pantai Jepang)
*      Panjang tubuh 40 cm .
*      Panjang probosis 1,5 m.
*      Permukaan tubuh halus atau ditutupi kutil-kutil yang
*      tersusun melingkar atau tidak beraturan.
*      Warna umumya kusam coklat atau kelabu, 
*      beberapa hijau atau merah dan transparan.
*      Reproduksi seksual; dioecious.
*       Pembuahan eksternal di air laut kecuali Bonellia
*      

Telur          Larva trochopore (meroplankton)             Echiura muda (benthos).    

PHYLUM PRIAPULIDA ( CACING PENIS)
  
Cacing priapida atau dikenal dengan nama cacing penis adalah salah satu phylum
*      Dari cacing laut dengan tentakel dapat di panjangkan
*      Tubuh priapulida terdiri atas dua bagian, yaitu prosoma dan tentakel . prosoma sering seklai di sebut dengan introvert. Prosoma dapat di gambarkan berupa  batang yang dapat di tarik sehingga di sebut introvert. Prosoma mempunyai mulut pada bagian  akhir tubuhnya
Karakteristik priapulida
*      Simetri bilateral dan berbentuk tabung
*      Tubuh memiliki lebih dari 2lapisan, memiliki jaringan dan organ
*      Memiliki rongga tubuh ( coelom)
*      Struktur tubuh di mulai dari mulut smapai anus
*      Tubuh dibagi atas du bagian yaitu , prosoma dan tentakel
*      Memiliki suatu sisitem syaraf yang tersembunyi dan tali syaraf ganglion
*      Tidak memeiliki system  peredaran darah, tetapi memiliki sel darah yang coelomic
*      Reproduksi seksual dan gonokoristik
*      Makanan terdiri atas cacing laut lainya
*      Hidup pada seluruh perairan laut
Ciri-ciri umum priapulida
FILUM TARDIGRADA
Tardigrades Tardigrades (dikenal dengan Water Bears) merupakan bagian dari supefilum Ecdysozoa, filum Tardigrada. Nama Tardigrada berarti “pejalan lambat”
Ciri-ciri
*      Tubuh seperti gabungan antara cacing dengan serangga
*      Ukuranya sangat kecil
*      tubuh gemuk seperti ulat dengan kepala di bagian depan & 4 segmen di belakangnya
*      Pada setiap segmen terdapat sepasang kaki yang bercakar di ujungnya. Berdasarkan pengamatan pada bagian dalam tubuhnya
*      memiliki sistem respirasi atau peredaran darah seperti hewan-hewan tingkat tingg
*      Hidup di air dengan kaki berjumlah delapan
*      Panjang tubuh tardigrades dewasa adalah 1,5 mm, paling kecil ukurannya 0,1
*      larvanya berukuran 0,05 mm
*      bernapas dengan kulit & menggunakan tubuh
*      .Bahkan tardigrades dapat hidup selama 120 tahun dalam kondisi kering
*      System pencernaan


Makanan masuk                dialirkan kesaluran mirip usus untuk di serap             anus
Habitat
Tempat yang paling disukai di tempat berganggang. Di pantai, tanah maupun di air dapat dijumpai binatang mini ini.. Tardigrades dapat bertahan di lingkungan yang beku (0 oc) hingga di tempat yang bertemperatur tinggi (151 oc). Bahkan dapat bertahan terhadap radiasi 1.000 kali lebih tinggi dibandingkan jumlah radiasi di mana makhluk hidup lain dapat bertahan. Oleh karena itu, tardigrades dikenal sebagai hewan yangpolyextremeophiles
Makanan
Makanan Tardigrada bervariasi, bergantung pada spesiesnya.
*      Pada umumnya pemakan material tumbuhan  ex : lumut dan alga
*      Speies yang lebih kecil biasanya memakan bakteri
*      Ada sebagaian kecil tardigrada merupkaan karnivor yang memakan hewan kecil seperti nematode dan memakna sesama
*      Cara makan dengan menghisap  cairan tubuh mangsanya meelalui mulutnya yang seperti penghisap
Reproduksi
 Reproduksi dengan cara parthenogenesis ( menciptakan keturunan tanpa melalui proses kawin  termasuk hemaprodit. Dan bertelur (ovipar)
Moulting
 
FILUM BRYOZOA

Dalam bahasa Yunani, Bryozoa,bryon berarti lumut dan zoon berarti hewan. Sehingga Bryozoa dikatakan jugasebagai sekumpulan hewan yang menyerupai lumut. Selain disebut denganBryozoa, hewan ini biasa disebut juga Polyzoa yang berarti binatang laut atau airtawar yang membentuk koloni dari zooid dan Ectroprocta yang berarti hewandengan anus berada di luar.Bryozoa merupakan hewan mikroskopis yang hidup berkoloni. Setiapkoloni terdiri atas beberapa individu yang disebut dengan zooid. Tubuh Bryozoadiselubungi oleh sebuah lapisan khitin yang tersusun atas kalsium karbonat.Bryozoa memiliki rongga tubuh yang sempurna, tetapi Bryozoa tidak memilikipembuluh darah dan organ pernapasan. Bryozoa dapat menggerakan mulut yangtertutup oleh tentakel dan anus dengan menggunakan saraf ganglion. Letak anusberada di sebelah mulut sehingga Bryozoa dikatakan hewan dengan pencernaan
 berbentuk “U”.

Ciri –ciri :
*      Tubuh simetri bilateral, tidak beruas-ruas.
*      Hidup berkoloni; sessile, menempel pada batu, benda dan tumbuhan air di perairan jernih dan dangkal, serta tidak tercemar
Morfologi dan Anatomi
*      Masing-masing individu hidup (polypide) terdapat dalam zooecium, ukuran 1–3 mm. Bentuk zooecium seperti kotak, jambangan atau pembuluh.
*      Beberapa jenis laut polymorfik, mempunyai autozooid dan heterozooid (tangkai, akar, avicularium, vibraculum, ovicell
*      Saluran pencernaan lengkap, seperti bentuk huruf U. Mulut dikelilingi lophophore yang retraktil.   Lophophore terdiri atas calyx dan tentakel bercilia.  Anus di luar lophophore.
*      Coelom tumbuh sempurna.  Sistem pernafasan, peredaran darah dan ekskresi tidak ada.
*      Syaraf ganglion terletak di antara mulut dan anus.

*      Biasanya hermafrodit, gonad terbentuk dari peritoneum; pembuahan dalam coelom atau di luar; jenis laut mempunyai larva trochophore; telur dierami dalam ovicell (ooecium).
*      Reproduksi aseksual pada bryozoa air tawar selain dengan cara pertunasan, juga menghasilkan statoblast, satu sampai beberapa butir pada funiculus.
 Bryozoa memiliki dua cara untuk melakukan reproduksi, yaitu dengancara seksual dan aseksual. Reproduksi seksual dilakukan di luar tubuh, yaitudengan cara sperma dikeluarkan kemudian sel telur. Kadang kala Bryozoa bersifatprotandri, yaitu alat pembiakan jantan lebih dahulu muncul daripada betina. Testispada Bryozoa terletak di bagian funiculus sedangkan ovari terletak pada bagianlophophore.Bryozoa dapat ditemukan di laut dan beberapa jenis dapat ditemukan diperairan dangkal yang subur dan jernih. Bryozoa hidup dengan cara menempelkandiri pada batu, benda, atau tumbuhan lain yang berada di perairan
KLASIFIKASI
  1. Kelas Phylactolaemata
      Zooid silindris, lophophore berbentuk tapal kuda; mempunyai epistome; dinding tubuh berotot; terdapat di air tawar; menghasilkan statoblast; contoh Plumatelladan Lophophus crystallinus.
            Ordo Plumatellina.  Koloni monomorfik
  1. Kelas Gymnolaemata
            Lophophore berbentuk lingkaran; epistome tidak ada; dinding tubuh tidak berotot; koloni polimorfik; zooecia kompleks; lebih dari 3.000 species hidup, kebanyakan laut; banyak spesies fosil
  1. Kelas Stenolaemata
            Bentuk zooecium seperti tabung, terbuka di bagian ujung, dinding zooecia berkapur dan menyatu satu sama lain; orifice bundar; telur dierami dalam ovicell yang besar; 900 spesies hidup, semua di laut.  Ada sejak Cambrian sampai sekarang
PHYLUM BRACHIOPODA
Berasal dari bahasa latin Bracchium : lengan (arm)Poda :kaki (foot) Artinya hewan ini merupakan suatu kesatuan tubuh yang difungsikan sebagai kaki & lengan.Phylum ini merupakan salah satu phylum kecil dari benthic invertebrates .Hingga saat ini terdapat sekitar 300 spesies dari phylum ini yang mampu bertahan & sekitar 30.000 fosilnya telah dinamai
Habitat           
*      Hidup do air laut >> benthos secyl
*      Ada yang hidup di air tawar, namun sangat jarang
*      Mampu hidup pada kedalaman hingga 5.600 m secara benthos secyl
*      Genus Lingula hanya hidup pada daerah tropis/hangat dengan kedalaman maksimal 40 m
*      Hingga saat ini diketahui memiliki sekitar 300 spesies dari Brachiopoda
*      Brachiopoda modern memiliki ukuran cangkang rata-rata dari 5 mm hingga 8 cm
*      Kehadiran rekaman kehidupannya sangat terkait dengan proses Bioconose & Thanathoconose
KLASIFIKASI  PHYLUM BRACHIOPODA
  1. Klas Articulata/Pygocaulina 
            Cangkang atas & bawah (valve) dihubungkan dengan otot dan terdapat selaput & gigi
  1. Klas Inarticulata/Gastrocaulina
3.    Cangkang atas & bawah (valve) tidak dihubungkan dengan otot dan terdapat socket dan gigi yang dihubungkan dengan selaput pengikat
Articulata                                       Inarticulata
 

Morfologi Brachiopoda

Bagian Dalam Tubuh Brachiopoda


Valve Brachiopoda

Perkembangan Valve

Berbagai bentuk valve brachiopoda

FILUM POGONOPHORA
Ciri
*      Tidak memiliki mulut, anus serta usus
*      Panjang tubuh 100-500 kali lebar badanya
Morfologi
*      Tubuh di bagi menjadi 3 bagian yaitu :protostom , mesosom, dan metasome
*      Protostome (bagian depan) yang kecil dan mempunyai tonjolan sebagai kepala
( chepalic lobe) dan tentakel
*      Mesosome (bagian tengah ) agak besar yang merupkan leher
*      Metasome mewakili sisa badan
*      Selurh tubuhnya di bungkus oleh selapis epitela yang kaya akan kelenjar dan di tutup oleh kutikula
*      Pogonophora memiliki susunan syaraf yang sederhana yang terdapat pada epithelia. Pusat susunan syarafnya ( otak) merupakan sel-selsyaraf yang terdapat pada segmen pertama dan dilanjutkan dengan syaraf punggung.
Sistem peredaran darah
*      Terdidri dar bagian dada dan punggung
*      Pada bagian dada darah mengalir dari bagian belkang ke depan
*      Pada bagian punggung darah mengalir dari depan ke belakang
*      Aliran darah di gerakan oleh otot-otot yang berada pada dasar tentakel berfungsi sebagai jantung
*      Bulu-bulu halus di bagian puggung berfungsi sebagai indra perasa dan mekanismenya secara kimiawi
Cara makan
*      Makanan berupa plankton atau detritus yang penuh dengan bakteri
*      Maknan dimakan menggunkan tentakel – makanan di cerna oleh dinding tentakel – dan diserap oleh sel-sel besar pada tentakel- pertikel pertikel maknaan masuk bersama air karena getaran dari bulu-bulu tentakel dan masuk kedalam runag antara tentakel yang berbrntuk spiral. Pada dinding tentakel makanan di cerna ( secara extrasellulair) dan di serap oleh dinding tentakel.
Pembuahan
*      Jantan spermatozoid terdapat pada sepasang      kantong sperma yang snagat panjang pada separuh tubuh bagian belakang
*      Betina , telur terdapat pada separoh tubuh bagian depan
*      Telur yang sudah masak di keluarkan lewat saluran telur, dan di bagian depan terjadi proses pembuahan ,pogonopore muda akan keluar dan membentuk pipanya sendiri
PERNAPASAN
Menggunakna tentakel
FILUM VESTIMENTIFERA

Tersegmentasi cacing yang memiliki anatomi yang tidak biasa dan bergantung pada bakteri simbiotik untuk gizi. Mereka hampir selalu ditemukan di perairan dalam, sebagian sebagai anggota masyarakat lubang hidrotermal dan lain-lain ditemukan dalam hubungan dengan mengurangi sedimen seperti "rembesan dingin".
1.    Evolusi dan sistematika
Sejumlah lubang hidrotermal fosil dan sistem meresap telah ditemukan mengandung fosil tubular yang tampaknya orang-orang dari tabung vestimentiferan. Tabung-tabung telah ditemukan dalam bijih sulfida dating ke Karbon dan Cretaceous, dan mungkin dengan periode Silur.
Sejarah taksonomi bervariasi dan kompleks Vestimentifera, mengandung 15 spesies dijelaskan, merupakan salah satu cerita yang lebih menarik dalam sistematika hewan. Ini secara tradisional dianggap sebagai filum yang berbeda, mungkin karena anatomi yang kompleks dan gaya hidup yang aneh. Kebanyakan ilmuwan sekarang mempertimbangkan untuk menjadi bagian dari keluarga polychaete Siboglinidae (sebelumnya filum Pogonophora), filum Annelida dalam. Klasifikasi ini baru-baru ini didasarkan pada fitur yang jelas annelida dan data sekuens molekul. Klasifikasi lebih konservatif yang diikuti di sini.
Vestimentifera meliputi 10 genera, yaitu alaysia, Ar-covestia, Escarpia, Lamellibrachia, Oasisia, Paraescarpia, Ridgeia, Riftia, Seepiophila, dan Tevnia. Dengan pengecualian Escarpia (dua spesies) dan Lamellibrachia (empat jenis), masing-masing genera tersebut hanya berisi satu spesies.
2.    Karakteristik fisik

*      Bentuk Vestimentiferans memanjang silinder seperti cacing badan
*      selalu ditemukan hidup dalam tabung.
*      Binatang itu mengeluarkan tabung dan menempati sebagian dari itu,
*      memperluas bagian anterior tubuhnya, bulu-bulu, keluar ke dalam air.
*      Filamen ini dipenuhi dengan pembuluh darah, dan hemoglobin dalam darah merah yang memberikan warna cerah bulu mereka.
*      Bulu-bulu dan obturaculum setara dengan kepala cacing annelida lain dan tidak ada organ sensorik dikenal seperti mata.
*      Daerah belakang kepala disebut vestimentum dan ini memiliki flaps lateral yang lipat dari atas worm.
*      Bagian depan vestimentum bentuk kerah. Ini adalah wilayah yang dapat digunakan untuk sekresi tabung. Daerah tubuh berikutnya umumnya disebut sebagai bagasi dan terdiri sebagian besar tubuh.
*      Batangnya berisi organ reproduksi dan juga sebagian besar diisi dengan jaringan usus diperluas disebut trophosome tersebut.
*      Tidak ada lumen usus seperti itu dan, tidak ada mulut atau anus.
*      Trophosome terletak di antara pembuluh darah ventral dan dorsal dan diisi dengan sel khusus yang disebut bacteriocytes yang mengandung bakteri simbiotik chemoautotrophic.
*      Sisa dari tubuh merupakan daerah multi-tersegmentasi pendek yang disebut opisthosoma tersebut.
*      Segmen anterior opisthosoma memiliki baris hook-seperti chaetae yang berfungsi sebagai jangkar untuk cacing untuk menarik kembali ke dalam tabung.
Vestimentifera berisi beberapa yang terbesar dari annelida. Riftia pachyptila dan Ridgeia piscesae tumbuh lebih dari 4,9 kaki (1,5 m) panjang dan hidup dalam tabung lebih 8,2 ft (2,5 m) panjang. Vestimentifera lain seperti Lamellibrachia satsuma mencapai 16 dalam (40 cm) panjangnya sebagai orang dewasa.
Tabung dari Vestimentifera yang keputihan ke abu-abu kecoklatan. Membanggakan biasanya merah terang dan mengelilingi obturaculum putih pusat. Tubuh dalam tabung umumnya hijau menjadi cokelat dan sering ada pembuluh darah besar merah terlihat melalui permukaan tubuh.
3.    Distribusi
Persyaratan khusus vestimentiferans berarti bahwa mereka dibatasi untuk lingkungan laut dalam, dengan sebagian besar ditemukan pada kedalaman> 0,6 mil (> 1 km), meskipun satu spesies diamati pada kedalaman <328 (<100 m) ft. Ventilasi hidrotermal ditemukan di pegunungan menyebarkan aktif antara lempeng benua. Yang utama di seluruh dunia di mana vestimentiferans telah ditemukan adalah timur Pasifik Rise, Ridge pertengahan Atlantik, dan Rift Galapagos. Ventilasi hidrotermal dan vestimentiferans juga ditemukan di laut-lantai pusat penyebaran dalam apa yang dikenal sebagai "back-cekungan busur" di Pasifik Barat, termasuk palung Okinawa, Palung Mariana, dan Lau, Manus, dan Fiji Utara cekungan. Rembesan dingin terutama terletak di sepanjang zona subduksi atau tepi benua, dan vestimentiferans telah ditemukan pada merembes di Teluk Meksiko, di lepas pantai Utara dan Amerika Selatan, Spanyol, dan di Laut Mediterania. Tidak diragukan lagi, Vestimentifera banyak lagi akan ditemukan sebagai laut dalam lebih lanjut dieksplorasi.
4.    Habitat
*      Sebagian besar dasar laut dalam adalah sedimen lunak,
*      vestimentifer-ans memerlukan permukaan yang keras untuk melampirkan tabung mereka. Beberapa Vesti-mentiferans menetap dan tumbuh di cerobong asap dari ventilasi hidrotermal di mana suhu air sekitar 68 ° F (20 ° C).
*      juga ditemukan di aliran lava terkait dengan ventilasi.
*      membentuk kelompok besar, dengan cacing muda membuat tabung mereka pada orang-orang yang lebih besar dari cacing.
*      Pada rembesan dingin, cacing juga cenderung membentuk cluster, dengan tabung tumbuh di tabung.
Makan ekologi
*      Simbiosis dengan chemoautotrophic di trophosome tersebut
*      Bakteri membutuhkan karbon dioksida dan baik sulfida atau tiosulfat,semua yang disediakan oleh poriverimintesi
*      Bakteri memberikan nutrisi atau maknan

 Biologi reproduksi

Semua vestimentiferans dipelajari untuk saat ini tampaknya memiliki jenis kelamin terpisah dengan gamet yang diproduksi di bagasi. Tidak ada perilaku pacaran telah didokumentasikan sampai saat ini. Pria menghasilkan massa bundel sperma atau sperma yang melahirkan dalam air dan berakhir di tabung betina. Pemupukan tampaknya terjadi di atau di luar saluran telur.
Betina menghasilkan telur sekitar 0,0039 dengan diameter  (0,1 mm)  saat dewasa.
*      Larva vestimentiferans yang mirip dengan polychaetes
*      Larva Awal berenang dengan bantuan sebuah band dari silia di ujung depan.
*      Pada tahap tertentu, untuk mendapatkan nutrisi larva perlu melanjutkan pembangunan, bakteri simbiotik harus menjajah mereka.
*      Hal ini tampaknya terjadi melalui mulut sementara yang muncul pada akhir tahap larva, yang memungkinkan bakteri untuk masuk ke dalam tubuh.
*      Vestimentiferans mungkin melepaskan embrio awal ke dalam plankton. Tidak ada larva yang pernah ditemukan dalam tabung perempuan, juga tidak ada pengasuhan.
*      Hal ini berbeda dengan pogonophores lain di mana merenung larva dalam tabung perempuan adalah umum.